Apakah penambahan fasilitas digital dan infrastruktur fisik secara otomatis mampu mendongkrak mutu pendidikan kita? Kajian mendalam dari EPIC Policy Analytics melalui analisis data panel Rapor Pendidikan (2021–2025) justru membedah realitas sebaliknya: ekosistem dan iklim psikososial sekolah merupakan determinan capaian belajar yang jauh lebih kuat ketimbang sekadar jumlah komputer atau ruang kelas.
Mengusung kerangka “Ekosistem Sebelum Infrastruktur,” laporan ini menyoroti berbagai anomali struktural di satuan pendidikan negeri—mulai dari paradoks beban administrasi digital (technostress) yang justru berkolerasi dengan penurunan numerasi, ketimpangan kota-desa yang persisten, hingga efektivitas kebijakan yang belum merata.
Tanpa perbaikan tata kelola dan penguatan ekosistem belajar yang aman dari perundungan, bonus demografi Indonesia berisiko tergerus sebelum produktivitas ekonomi tercapai—membawa kita pada jebakan “Menua Sebelum Kaya.”
Pelajari temuan empiris, anatomi struktural, serta rekomendasi kebijakan selengkapnya dalam dokumen riset ini.
📥 Download File Kajian Policy_Analysis_Sep26