Realisme Kritis · Epistemologi Praktik Audit
Dari Persepsi ke Judgement: Lima Pintu dan Mekanisme Generatifnya
Judgement tidak jatuh dari langit. Ia adalah peristiwa yang dihasilkan oleh sebuah mekanisme. Persepsi masuk ke dalamnya melalui pintu-pintu tertentu, dan setiap pintu bisa membuka atau menutup apa yang tampak.
Tesis. Persepsi adalah pintu masuk judgement, bukan keseluruhannya. Objek yang dipersepsi bersifat intransitif, sedangkan pintu, persepsi, dan judgement bersifat transitif. Karena itu judgement bisa keliru melihat, dan bisa dikoreksi.
Mekanisme generatif: dari objek ke judgement
Klik tiap langkah untuk mendalami.
Lima pintu persepsi menuju judgement
Pintu Lensa Teorimenentukan apa yang tampak ada
Standar, kerangka risiko, checklist, dan teori yang tak disadari mengatur apa yang menonjol. Pengalaman itu sarat teori: dua pengamat bisa melihat hal berbeda pada objek yang sama.
Di audit: auditor berlensa kepatuhan “melihat” penyimpangan prosedur, auditor berlensa kinerja “melihat” hasil yang tak tercapai. Jaraknya sama, kalimatnya berbeda.
Pintu Pengenalan Polamelihat sesuatu sebagai sesuatu
Isyarat dicocokkan dengan kasus dan templat yang tersimpan. Cepat dan efisien, tetapi pola yang tersedia bisa dipaksakan pada isyarat yang sebenarnya terpisah.
Di audit: tiga anomali kecil dirangkai menjadi satu “skema fraud” yang meyakinkan. Cerita yang koheren belum tentu benar.
Pintu Pelatihan dan Pengalamanmata yang dididik
Pendidikan sains melatih orang melihat apa yang sudah ada. Begitu pula mentoring dan jam terbang. Pintu ini yang menyetel pintu 1 dan 2, dan sumber “firasat” auditor senior.
Di audit: auditor senior langsung melihat red flag yang luput dari auditor baru pada dokumen yang sama.
Pintu Mediasijejak, instrumen, dan sampel
Yang sampai ke penilai adalah jejak peristiwa lewat dokumen, data, dan desain sampel. Apa yang berada di luar jangkauan instrumen masuk wilayah peristiwa yang tak terpersepsikan.
Di audit: prosedur yang tidak menyentuh suatu transaksi tidak membuktikan transaksi itu bersih.
Pintu Nilai dan Kepentinganmenentukan bobot dan makna
Afek, nilai, tekanan akuntabilitas, dan relasi dengan pihak yang dinilai memengaruhi apa yang dianggap penting. Pintu ini menjembatani persepsi dengan phronesis.
Di audit: temuan yang sama bisa dibobot berbeda tergantung konsekuensi bagi auditee dan bagi auditor.
Mekanisme bekerja sebagai kecenderungan, bukan hukum
Dalam realisme kritis, mekanisme menghasilkan kecenderungan yang bisa dihalangi atau diperkuat oleh kondisi lain. Karena itu penilai yang sama bisa menilai berbeda pada kasus serupa.
Mengganggu pintu
- Tenggat sempit dan beban kerja
- Anchoring pada temuan awal
- Groupthink dalam tim
- Kedekatan dengan auditee
Menjaga pintu tetap terbuka
- Skeptisisme profesional
- Struktur terdokumentasi, seperti kerangka ala SPJ
- Tinjauan sejawat dan supervisi
- Tindak lanjut yang membandingkan dugaan dengan hasil