Opini

Kemaslahatan
Metode, Opini, Pendidikan

Menjadikan Kemaslahatan sebagai Standar Tertinggi Evaluasi Kebijakan Publik

Sudah saatnya para perancang kebijakan, pengambil keputusan, dan pengawas melampaui pertanyaan teknis semata seperti: “Apakah program ini sudah sesuai SOP?” atau “Apakah target statistik sudah tercapai?” Jika kita menggunakan kemaslahatan sebagai standar tertinggi evaluasi kebijakan publik, standar evaluasi diangkat ke level yang lebih bermartabat: memastikan bahwa setiap rupiah uang negara dan setiap produk regulasi benar-benar mewujudkan keadilan, menjaga sumber daya bersama dari pembajakan elite, serta merawat harkat hidup manusia secara menyeluruh. Sebab pada akhirnya, esensi birokrasi bukanlah tentang seberapa rapi ia dikendalikan oleh angka-angka di atas kertas, melainkan seberapa besar maslahat dan kemanusiaan yang berhasil ia tebarkan.

Menjadikan Kemaslahatan sebagai Standar Tertinggi Evaluasi Kebijakan Publik Read Post »

Antroposentris merupakan sudut pandang yang menempatkan manusia sebagai pusat dari segala hal.
Opini, Pendidikan

Antroposen dalam PISA 2025, Mengapa Siswa Perlu Peduli Alam?

Guna merespons hasil PISA 2025, pembuat kebijakan pendidikan di Indonesia harus melampaui paradigma pengadaan sarana fisik atau pergantian nama kurikulum semata. Pemulihan kognitif nasional harus difokuskan pada perbaikan kualitas interaksi pembelajaran di dalam kelas. Kebijakan perlu membiasakan siswa bernalar atas data dan ketidakpastian. Kebijakan juga perlu menghentikan formalitas gawai pasif, serta menumbuhkan daya agen siswa agar mereka siap menjadi warga dunia yang tangguh di era Antroposen.

Antroposen dalam PISA 2025, Mengapa Siswa Perlu Peduli Alam? Read Post »

Scroll to Top