Mengapa Fasilitas Digital Justru Memperlebar Gap Literasi dan Numerasi di SMP Negeri?
Temuan empiris ini menyampaikan pesan penting bagi perumusan kebijakan pendidikan: intervensi sarana dan prasarana tidak boleh dilakukan secara buta (blind investment). Pengadaan komputer terbukti mendistorsi keseimbangan kemampuan kognitif siswa karena konsisten dalam koridor literasi semata tanpa menyentuh dimensi numerasi. Ke depan, orientasi kebijakan sekolah negeri harus bergeser dari sekadar “penambahan aset fisik” menuju pemerimbangan pedagogis. Infrastruktur digital dan literasi harus benar-benar dirancang untuk mengkatrol kemampuan penalaran logika matematika dan bahasa secara bersamaan.
Mengapa Fasilitas Digital Justru Memperlebar Gap Literasi dan Numerasi di SMP Negeri? Read Post »









