Author name: Ruslan effendi

Dampak sertifikasi guru
Analisis, Pendidikan

Label Sertifikasi Guru di Balik Asesmen Nasional SMP (2021–2025)

Hasil riset panel 2021–2025 ini memberikan sinyal keras bagi evaluasi kebijakan tata kelola guru ke depan. Negara harus berani menggeser paradigma dari sekadar mengejar target kuantitatif jumlah guru yang tersertifikasi secara administratif, menuju penguatan substansi kompetensi pedagogis yang berdampak langsung pada cara berpikir siswa.

Tanpa pembenahan sistem pembinaan yang berorientasi pada kinerja nyata di ruang kelas, sertifikasi guru dikhawatirkan hanya akan menjadi label administratif yang sunyi dari kontribusi substansial bagi kualitas masa depan bangsa.

Label Sertifikasi Guru di Balik Asesmen Nasional SMP (2021–2025) Read Post »

Penyediaan atau pemanfaatan komputer?
Analisis, Pendidikan

Penambahan Komputer Belum Berdampak Nyata pada Kognitif Siswa?

Pemerintah pusat dan daerah perlu bergeser dari orientasi kuantitas aset menuju kualitas pemanfaatan. Tanpa pelatihan literasi digital yang masif bagi pendidik, perbaikan infrastruktur pendukung seperti internet yang stabil, serta perancangan kurikulum berbasis pemecahan masalah digital, penambahan komputer dikhawatirkan hanya akan menjadi tumpukan barang elektronik yang minim esensi edukatif.

Penambahan Komputer Belum Berdampak Nyata pada Kognitif Siswa? Read Post »

peran literasi numerasi dalam pembentukan karakter
Uncategorized

Literasi vs Numerasi: Mana yang Kuat Membentuk Karakter dan Pengendalian Diri Siswa?

Temuan dari data panel SMP Negeri 2021–2025 ini memberikan pesan penting bagi para perumus kebijakan dan pengambil keputusan di dunia pendidikan. Pertama, kita harus berhenti mempertentangkan antara literasi dan numerasi. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang sama-sama krusial, di mana numerasi tidak kalah pentingnya dalam membentuk karakter dan kematangan emosional anak.

Literasi vs Numerasi: Mana yang Kuat Membentuk Karakter dan Pengendalian Diri Siswa? Read Post »

inter-rater
Metode

Standar Emas Keadilan Evaluasi dan Resolusi Konflik Pakar

Ketika benturan perspektif terjadi, misalnya akademisi menganggap sebuah soal sangat esensial secara teori namun praktisi menilainya membingungkan di lapangan. Bagaimana solusinya? Pengembang soal konvensional cenderung melakukan dua kekeliruan. Pengembang soal bisa jadi menebak secara visual siapa yang lebih dominan, atau merata-ratakan nilai kedua kelompok secara paksa. Pendekatan kasar ini berbahaya karena menghapus bias dua kubu yang seharusnya dideteksi.

Standar Emas Keadilan Evaluasi dan Resolusi Konflik Pakar Read Post »

Halusinasi .capaian SD dan madrasah ibtidaiyah
Analisis, Pendidikan

Halusinasi Capaian Sekolah Dasar Tahun 2024

Bukti empiris dari pemodelan regresi panel Fixed Effects (FE) secara memperlihatkan pola halusinasi ini (data regresi dapat dilihat pada link ini). Pada tahun 2024, koefisien runtun waktu absolut melesat drastis sebesar $+3,483$ poin pada kemampuan Literasi (LIT). Sementara itu kemampuan Numerasi (NUM) melonjak hingga $+11,408$ poin dibandingkan tahun 2021. Lonjakan ini kian dipertegas oleh koefisien interaksi spesifik jenjang 2024.tahun#2.jenis_sek_num yang bernilai positif kuat dan signifikan secara statistik. Koefisiennya $+3,903$ untuk LIT dan $+4,062$ untuk NUM. Angka-angka di atas kertas ini seolah memvalidasi bahwa gelontoran anggaran triliunan rupiah untuk pembagian gawai massal dan adopsi aplikasi pelaporan guru berhasil membuahkan hasil. Sepertinya proyek digitalisasi makro mereka adalah senjata ampuh kognitif anak bangsa.

Halusinasi Capaian Sekolah Dasar Tahun 2024 Read Post »

Lingkungan siswa perempuan
Analisis, Pendidikan

Lingkungan Kelas Berbasis Siswa Perempuan di SMP Justru Menurunkan Capaian Literasi?

Temuan ini adalah “alarm” bagi para pemangku kebijakan. Bahwa implementasi kurikulum merdeka tidak berjalan secara netral dan seragam, bahkan di tingkat jenjang yang sama. Kita tidak bisa lagi memukul rata bahwa literasi adalah “wilayah aman” bagi siswa perempuan. Faktanya, justru di bidang inilah terdapat ketimpangan yang perlu segera diperbaiki.

Kita perlu segera melakukan evaluasi mendalam terhadap metode pengajaran literasi di SMP. Jangan biarkan potensi siswa perempuan terkubur oleh sistem yang lebih mementingkan beban administratif guru daripada kualitas interaksi literasi di ruang kelas. Bagi Anda yang ingin menelaah bukti empiris ini lebih jauh, silakan merujuk pada Analisis Ketimpangan Kurikulum Merdeka Jenjang SMP, di mana model regresi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana bias sistemik dapat memengaruhi capaian pendidikan siswa kita.

Lingkungan Kelas Berbasis Siswa Perempuan di SMP Justru Menurunkan Capaian Literasi? Read Post »

Dampak kurikulum merdeka pada jenjang smp
English

Structural Inequality and the Kurikulum Merdeka in Junior Secondary Education

This cross-cognitive empirical evidence reinforces the conclusion that the Kurikulum Merdeka aligns with findings at the Senior Secondary (SMA) level. The policy consistently perpetuates social class biases in competencies reliant on hard physical infrastructure (Numeracy), yet successfully triggers a democratizing effect in competencies that are autonomous, culturally grounded, and supported by standardized, free digital tools (Literacy).

Structural Inequality and the Kurikulum Merdeka in Junior Secondary Education Read Post »

Scroll to Top