Home

guru tertinggal dibanding kepala sekolah

Jika kementerian hanya mengevaluasi kesuksesan kurikulum dari laporan administratif Kepala Sekolah, maka reformasi pendidikan ini hanya akan berhenti di atas kertas.

manajemen risiko level negara

Indonesia membutuhkan lompatan paradigma dengan segera membangun dan melegitimasi MRLN yang sesungguhnya. MRLN inilah yang akan bertindak sebagai “Dirijen” yang menyusun penilaian risiko nasional terpadu, menjahit kerentanan lintas sektor, dan memiliki daya ikat untuk memaksa institusi menanggalkan ego birokrasinya.

Analisis spasial dampak Kurikulum Merdeka di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia

pemulihan kognitif total di wilayah Timur Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengubah jargon dan dokumen kurikulum. Diperlukan intervensi bermatra afirmasi struktural, seperti redistribusi logistik buku bacaan berkualitas tinggi, perbaikan status gizi anak pedesaan, serta insentif khusus bagi guru-guru penggerak literasi di garis depan pertahanan pendidikan regional.

implementasi kurikulum merdeka di pedesaan

Menggunakan model Fixed Effects pada data panel longitudinal (2021–2025), studi ini membongkar realitas implikasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar pedesaan yang mengalami disfungsi struktural akut. Meskipun secara agregat skor numerasi melonjak signifikan sebesar 12,30 poin, capaian kognitif tersebut terdistribusi sangat asimetris. Peningkatan didominasi oleh sub-domain prosedural seperti Aljabar (+17,92 poin) akibat pola pengajaran drill-and-practice demi mengejar target Rapor Pendidikan. Sebaliknya, kemampuan reflektif tingkat tinggi seperti Teks Sastra lumpuh fungsional, hanya naik 2,40 poin karena terbentur langit-langit struktural status sosial ekonomi siswa yang rendah.

Scroll to Top