TRENDING
Temuan panel SMP Negeri 2021–2025 ini memberikan pesan kebijakan yang sangat telak bagi pengambil keputusan di sektor pendidikan. Memperbaiki mutu sekolah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengirim ribuan unit komputer ke sekolah atau memperdebatkan administratif semata. Fokus anggaran dan energi institusi pendidikan harus segera dialih-ratakan pada penciptaan lingkungan psikologis yang aman. Selama perundungan dibiarkan menggerus mental siswa dan laboratorium komputer hanya berstatus sebagai barang pajangan terkunci, selama itu pula mutu kognitif anak bangsa akan jalan di tempat. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk berpikir, bukan sekadar gudang penyimpanan perangkat keras.
Fokus anggaran harus segera bergeser pada transformasi ekosistem pembelajaran. Komputer hanyalah cangkang. Tanpa pelatihan intensif bagi guru untuk memanfaatkan perangkat tersebut sebagai instrumen eksplorasi data riil, penambahan fasilitas TIK akan terus menjadi paradoks: fasilitasnya bertambah, namun daya nalar analitis siswa justru babak belur. Intinya, kita tidak menyelahkan komputernya, tetapi mengevaluasi cara kita mengintegrasikannya ke dalam ruang kelas.
Hasil riset panel 2021–2025 ini memberikan sinyal keras bagi evaluasi kebijakan tata kelola guru ke depan. Negara harus berani menggeser paradigma dari sekadar mengejar target kuantitatif jumlah guru yang tersertifikasi secara administratif, menuju penguatan substansi kompetensi pedagogis yang berdampak langsung pada cara berpikir siswa.Tanpa pembenahan sistem pembinaan yang berorientasi pada kinerja nyata di ruang kelas, sertifikasi guru dikhawatirkan hanya akan menjadi label administratif yang sunyi dari kontribusi substansial bagi kualitas masa depan bangsa.
Pemerintah pusat dan daerah perlu bergeser dari orientasi kuantitas aset menuju kualitas pemanfaatan. Tanpa pelatihan literasi digital yang masif bagi pendidik, perbaikan infrastruktur pendukung seperti internet yang stabil, serta perancangan kurikulum berbasis pemecahan masalah digital, penambahan komputer dikhawatirkan hanya akan menjadi tumpukan barang elektronik yang minim esensi edukatif.
MOST POPULAR
- 1 Fiskal DKI Kuat Namun Struktur Mulai Rapuh
- 2 Mengelola Program Besar? Apa yang Bisa Dipelajari dari MBG?
- 3 Memutus Rantai Jebakan Enklave Ekspor: Kedaulatan Rantai Pasok dan Masa Depan Ekspor
- 4 'The Seventh Magnificent' Persoalan Perumahan Rakyat
- 5 Tantangan Vokasi, Keselarasan Investasi Fasilitas dan Kesejahteraan Lulusan
LATEST NEWS
- Memuat artikel terbaru... in}/wp-json/wp/v2/posts?per_page=



